Selasa, 30 Desember 2014

Kisah Malam ini Sangat menampar Keluarga Besarku

“Malam ini Sangat Menampar Keluargaku”
Assalamu’alaikum blogger.
Malam ini, saya mendafkarkan diri di blogger.com. saya ingin menceritakan kisah hidup saya, mungkin disini saya bisa bercerita semua yang saya rasakan. Ini pertama kalinya saya menulis. Mungkin banyak tulisan ataupun kalimat yang tidak bagus.hehehhe
Malam ini niatnya saya ingin menghibur diri saya, karena saya kecewa dengan diri saya sendiri. Berawal datang ke yogya ini ingin menuntut ilmu, ternyata saya menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya tidak belajar dengan giat. Saya sekarang sudah semester 3 di pascasarjana UNY. Sekarang kesibukkan saya adalah membuat tugas akhir untuk mengejar gelar Magister Pemdidikan. Sampai saat ini saya belum juga seminar proposal. Mungkin saya kurang bersungguh-sungguh. Tetapi ada hal yang saat amat menyedihkan sahabat.

Foto dengan Keluarga sewaktu lebaran idul fitri tahun 2014.

Malam ini tepat pukul 19.27 WIB saya dihubungi oleh pacar adek saya Rikha namanya. Malam ini sya dapat kabar berita yang membuat hati saya campur aduk yakni adek saya tertangkap oleh polisi dengan kasus sabu-sabu. Saya sangat kecewa karena pada saat itu dia berjanji untuk tidak menyentuh barang “Haram” itu. Tepat pada hasi Selasa, tanggal 30 Desember 2014 saya mendengarkan berita ini kembali. Tetapi ini berita yang sangat memalukan keluarga besar saya. Sangat mencoreng nama baik ibu dan ayah saya. Ibu dengan profesi sebagai seorang guru dan ayah yang kerja dikantoran yang sangat dicontoh oleh karyawan karyawatinya. Saat ditelp dengan rikha kita sempat berbagi tugas untuk memberitahukan ayah dan ibu. Ternyata kita sama-sama tidak punya nyali untuk memberitahukan ibu n ayah. Tapi saya berfikir ibu dan ayah harus segera tahu, karena saya di Yogya tidak bisa memberikan bantuan apa-apa. Mau tidak mau saya harus menghubungi orang tua saya untuk mengabarkan berita yang sangat memalukan ini. Akhirnya saya memberanikan diri menelpon ibu dengan basa-basi menanyaka apa kabar ibu? Ibu lagi kurang enak badan, syaraf-syaraf gigi iby mulai sakit. Oh begitu bu, lagi ngapain ibu ? ini lagi nonton dengan kayla dan ayah. Setelah itu saya telp dengan keponakan saya yang amat cerewet dan centil itu. Tak lama kemudian daya minta telp diserahkan dengan ayah. Apa kabar yah ? baik kata ayah. Sibuk gak yah ? gak. Gimana kabar adek (yudi) yah? Gak tau kata ayah. Langsung saja saya beritahukan maaf yah ada kabar tidak baik, adek tertangkap oleh polisi. Sekarang ditahan di kapolda Bengkulu. Ayah hanya bisa diam, sangat berasa kekecewaan itu. Saya hanya bisa diam. Setelah itu ayah meminta dimatikan telpnya. Dan saya hanya bisa memberi pesan kabari ibu, jangan sampai dirahasiakan lagi masalah yudi ini.
Tak lama kemudian telp saya bordering, saya diminta oleh ayah untuk menghubungi sepupu saya dan memberikan no telp teman adek saya. Ditelp saya banyak berbincang dengan sepupu saya. Setelah itu telp mati. Dan selanjutnya kakak saya yang menelp menanyakan kebenarannya. Karena saya memberitahunya via BBM. Setelah itu ibu saya kembali menelp dan marahmarah kepada saya. Mungkin itu salah satu bentuk luapan kekecewaannya dan merasa tidak bisa mendidik anak. Saya Cuma bisa bilang sabar ya bu. Ini teguran Allah mungkin kita sering kali melalikan perintah dan kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Ibu meluapkan amarahnya dan akhirnya setelah tenang ibu meminta saya itu mematikan telp. Ternyata saya dapat Bbm dari kakak saya bahwa ibu dan ayah dengan berantem saling menyalahkan satu sama lain. Disini idak ada yang benar, kita salah semua. Termasuk saya sebagai kakaknya tidak bisa membimbing dan mengarahkan adek saya untuk berada di jalan yang benar.
Dari peristiwa ini banyak makna yang saya dapatkan bahwa dalam keluarga haruslah ada kerterbukaan satu sama lain, bahwa dalam keluarga kita harus bisa menyeimbangkan antara kegiatan kerjaan dan perhatian untuk keluarga,  dan yang terakhir bahwa ini adalah salah satu cara Allah menegur hambanya. Karena mungkin selama ini kita melalaikan kewajiban kita seperti sholat yang kurang tepat waktu atau juga sholatnya bolong-bolong dan mungkin juga sudah lama kita tidak melafaskan ayat-ayat suci alquran. Yang sangat amat penting adalah pendidikan Agama dalam keluarga sangatlah penting. Karena itu merupakan pondasi untuk kita berada di lingkungan yang semakin lama semakin tidak baik ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar