“Malam ini Sangat Menampar Keluargaku”
Assalamu’alaikum blogger.
Malam ini, saya mendafkarkan
diri di blogger.com. saya ingin menceritakan kisah hidup saya, mungkin disini
saya bisa bercerita semua yang saya rasakan. Ini pertama kalinya saya menulis.
Mungkin banyak tulisan ataupun kalimat yang tidak bagus.hehehhe
Malam ini niatnya saya ingin
menghibur diri saya, karena saya kecewa dengan diri saya sendiri. Berawal
datang ke yogya ini ingin menuntut ilmu, ternyata saya menyia-nyiakan
kesempatan ini. Saya tidak belajar dengan giat. Saya sekarang sudah semester 3
di pascasarjana UNY. Sekarang kesibukkan saya adalah membuat tugas akhir untuk
mengejar gelar Magister Pemdidikan. Sampai saat ini saya belum juga seminar
proposal. Mungkin saya kurang bersungguh-sungguh. Tetapi ada hal yang saat amat
menyedihkan sahabat.

Foto
dengan Keluarga sewaktu lebaran idul fitri tahun 2014.
Malam ini tepat pukul 19.27
WIB saya dihubungi oleh pacar adek saya Rikha namanya. Malam ini sya dapat
kabar berita yang membuat hati saya campur aduk yakni adek saya tertangkap oleh
polisi dengan kasus sabu-sabu. Saya sangat kecewa karena pada saat itu dia
berjanji untuk tidak menyentuh barang “Haram” itu. Tepat pada hasi Selasa,
tanggal 30 Desember 2014 saya mendengarkan berita ini kembali. Tetapi ini
berita yang sangat memalukan keluarga besar saya. Sangat mencoreng nama baik ibu
dan ayah saya. Ibu dengan profesi sebagai seorang guru dan ayah yang kerja
dikantoran yang sangat dicontoh oleh karyawan karyawatinya. Saat ditelp dengan
rikha kita sempat berbagi tugas untuk memberitahukan ayah dan ibu. Ternyata
kita sama-sama tidak punya nyali untuk memberitahukan ibu n ayah. Tapi saya
berfikir ibu dan ayah harus segera tahu, karena saya di Yogya tidak bisa
memberikan bantuan apa-apa. Mau tidak mau saya harus menghubungi orang tua saya
untuk mengabarkan berita yang sangat memalukan ini. Akhirnya saya memberanikan
diri menelpon ibu dengan basa-basi menanyaka apa kabar ibu? Ibu lagi kurang
enak badan, syaraf-syaraf gigi iby mulai sakit. Oh begitu bu, lagi ngapain ibu
? ini lagi nonton dengan kayla dan ayah. Setelah itu saya telp dengan keponakan
saya yang amat cerewet dan centil itu. Tak lama kemudian daya minta telp
diserahkan dengan ayah. Apa kabar yah ? baik kata ayah. Sibuk gak yah ? gak.
Gimana kabar adek (yudi) yah? Gak tau kata ayah. Langsung saja saya beritahukan
maaf yah ada kabar tidak baik, adek tertangkap oleh polisi. Sekarang ditahan di
kapolda Bengkulu. Ayah hanya bisa diam, sangat berasa kekecewaan itu. Saya
hanya bisa diam. Setelah itu ayah meminta dimatikan telpnya. Dan saya hanya
bisa memberi pesan kabari ibu, jangan sampai dirahasiakan lagi masalah yudi
ini.
Tak lama kemudian telp saya
bordering, saya diminta oleh ayah untuk menghubungi sepupu saya dan memberikan
no telp teman adek saya. Ditelp saya banyak berbincang dengan sepupu saya.
Setelah itu telp mati. Dan selanjutnya kakak saya yang menelp menanyakan
kebenarannya. Karena saya memberitahunya via BBM. Setelah itu ibu saya kembali
menelp dan marahmarah kepada saya. Mungkin itu salah satu bentuk luapan
kekecewaannya dan merasa tidak bisa mendidik anak. Saya Cuma bisa bilang sabar
ya bu. Ini teguran Allah mungkin kita sering kali melalikan perintah dan
kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Ibu meluapkan amarahnya dan akhirnya setelah
tenang ibu meminta saya itu mematikan telp. Ternyata saya dapat Bbm dari kakak
saya bahwa ibu dan ayah dengan berantem saling menyalahkan satu sama lain.
Disini idak ada yang benar, kita salah semua. Termasuk saya sebagai kakaknya
tidak bisa membimbing dan mengarahkan adek saya untuk berada di jalan yang
benar.
Dari peristiwa ini banyak
makna yang saya dapatkan bahwa dalam keluarga haruslah ada kerterbukaan satu
sama lain, bahwa dalam keluarga kita harus bisa menyeimbangkan antara kegiatan
kerjaan dan perhatian untuk keluarga, dan yang terakhir bahwa ini adalah salah satu
cara Allah menegur hambanya. Karena mungkin selama ini kita melalaikan
kewajiban kita seperti sholat yang kurang tepat waktu atau juga sholatnya
bolong-bolong dan mungkin juga sudah lama kita tidak melafaskan ayat-ayat suci
alquran. Yang sangat amat penting adalah pendidikan Agama dalam keluarga
sangatlah penting. Karena itu merupakan pondasi untuk kita berada di lingkungan
yang semakin lama semakin tidak baik ini.